Kamis, 19 November 2015

Rumah sendirilah

Ummu Salamah r.a. berkata bahwa nabi besar Muhammad SAW bersabda, "sebaik-baiknya masjid (tempat sholat) bagi perempuan adalah rumah mereka sendiri". (HR Imam Ahmad dan Al-Hakim)

Menurut sepemahaman saya (mohon maaf dan mohon dikoreksi apabila ada yang keliru), kata 'sebaiknya' dalam hadits di atas bukan menggambarkan tentang 'boleh atau tidak' seorang perempuan melaksanakan sholat di tempat selain rumahnya sendiri. Namun lebih bermakna bahwa bagi kaum perempuan sholat lebih 'utama' dilakukan di rumah sendiri. Dalam beberapa kitab pun tertera demikian antara lain dalam kitab Ianatut Tholibin karya Syaikh Abu Bakr bin Muhammad Ad-Dimyathi juz 2 hal. 5. Selain itu saya rasa alasan paling mendasar adalah karena perempuan sebagai seindah-indahnya makhluk ciptaan Allah maka tidak ada tempat lain yang seaman rumah sendiri sebagai tempat menunaikan ibadah sholat. Semoga barakah dan rahmatan.. :)



Sabtu, 27 Juni 2015

Tsa'labah bin Abdurrahman

Dikisahkan seorang shahabat Rasulullah saw. dari kaum Anshar, bernama Tsa'labah bin Abdurrahman ra. Ia begitu mahabah kepada Rasulullah. Apapun yang diperintahkan Rasulullah, dengan sigap dilaksanakannya.

Suatu saat, ketika Rasulullah memberikan suatu tugas, Tsa’labah berangkat menunaikan amanah tersebut. Dalam perjalanan, ia melalui sebuah kolam mandi untuk wanita. Tanpa sengaja dilihatnya seorang wanita tengah mandi telanjang dikolam tersebut.

Bukan main terkejut dan merasa berdosanya Tsa’labah akan apa yang telah dilakukannya itu. Ia langsung lari sekencang-kencangnya ke sebuah gunung yang terletak antara Mekah dan Madinah.

Ditempat lain, Rasulullah tengah risau menanti kepulangan Tsa’labah. Hingga tiba hari yang ke-40, Malaikat Jibril as. datang menemui beliau, "Wahai Muhammad! Sesungguhnya Tuhanmu menyampaikan salam buatmu dan berfirman kepadamu, `Sesungguhnya seorang lelaki dari umatmu berada di gunung ini sedang memohon perlindungan kepada-Ku’.”
Segera setelah itu Rasulullah memerintahkan Umar bin Khaththab ra. dan Salman al-Farisi ra., 
"Wahai Umar dan Salman! Pergilah kalian mencari Tsa'labah bin Aburrahman, lalu bawalah ia kemari." 

Berangkatlah kedua shahabat Rasulullah menyusuri perbukitan Madinah. Di perjalanan mereka bertemu dengan seorang penggembala bernama Dzufafah. 
"Apakah engkau tahu seorang pemuda Anshar yang datang ke perbukitan ini?", tanya Umar. 
”Hmmm... Jangan-jangan yang kalian maksud adalah seorang lelaki yang berusaha lari dari neraka Jahanam?", jawab Dzufafah.
"Bagaimana engkau tahu bahwa dia tengah kabur dari neraka Jahanam?" tanya Salman.
"Karena bila malam tiba, ketika ia menemui kami, sambil meletakan tangannya di atas kepalanya sambil berkata, 
’Mengapa tidak Engkau cabut saja nyawaku dan Engkau binasakan tubuhku, dan tidak membiarkan aku menunggu seperti ini!’", jelas Dzufafah.
"Ya, sepertinya dialah yang kami maksud," ujar Umar. 
Lalu berjalanlah mereka bertiga bersama-sama.

Akhirnya mereka berjumpa dengan Tsa’labah. Umar lalu menghampirinya dan memeluknya. 
"Wahai Umar! Apakah Rasulullah telah mengetahui dosaku?", tanya Tsa’labah.
"Aku tidak tahu, yang jelas beliau menugaskan kami untuk mencarimu", jawab Umar.
”Bila kalian akan membawaku menemui Rasulullah, ku minta, pertemukanlah aku dengannya saat beliau shalat", pinta Tsa’labah.

Begitulah mereka menemukan Rasulullah tengah melakukan shalat. Mereka lalu bergabung mengisi shaf. Saat Tsa'labah mendengar bacaan Rasulullah, ia tersungkur pingsan. 

Selesai Rasulullah mengucapkan salam, beliau bersabda, 
"Wahai Umar! Salman! Apakah yang terjadi pada Tsa'labah?" 
Keduanya menjawab, "Kami tidak tahu Rasulullah!" 
Dengan segera Rasulullah lalu berusaha menyadarkan Tsa'labah, hingga ia sadar. 

Rasulullah lalu bertanya, "Mengapa engkau menghilang dariku, wahai Tsa’labah?" 
"Dosaku, ya Rasulullah!", jawab Tsa’labah ketakutan. 
"Bukankah telah ku ajarkan kepadamu suatu ayat yang dapat menghapus dosa dan kesalahan?", tanya Rasulullah lagi.
"Sudah, ya Rasulullah", jawab Tsa’labah tertunduk. 
Rasulullah lalu bersabda, 
"Katakan… Ya Tuhan kami, berilah kami kebahagiaan di dunia dan di akhirat serta peliharalah kami dari azab neraka." (Al-Baqarah [2]: 201)

Terlihat Tsa’labah semakin tertunduk dan gemetar, "Dosaku, wahai Rasulullah, sangat besar". 
Rasulullah bersabda,"Akan tetapi kalamullah lebih besar, wahai Tsa’labah". 

Lalu Rasulullah mengantarnya pulang. Di rumah Tsa’labah jatuh sakit selama seminggu. 

Rasulullah kemudian datang menjenguknya dan meletakkan kepala Tsa'labah di atas pangkuannya. Tetapi Tsa'labah malah menyingkirkan kepalanya dari pangkuan beliau.
”Mengapa engkau singkirkan kepalamu dari pangkuanku?" tanya Rasulullah.
"Karena dosaku berat, ya Rasulullah", rintih Tsa’labah.
”Seberat apakah yang kau rasakan itu?”, tanya Rasulullah lagi.
"Seperti dikerubuti semut pada tulang, daging dan kulitku!", jerit Tsa'labah. 
"Lalu apa yang kau inginkan, wahai Tsa’labah?", kembali Rasulullah bertanya.
"Ampunan Tuhanku", jawab Tsa’labah dengan muka memelas.

Saat itu juga Malaikat Jibril as. datang dan berkata, 
"Wahai Muhammad! Sesungguhnya Tuhanmu mengucapkan salam untukmu dan berfirman kepadamu, 
‘Kalau saja hamba-Ku ini menemui Aku dengan membawa sepenuh bumi kesalahan, niscaya Aku akan temui dia dengan ampunan sepenuh itu pula’.” 

Kabar baik itu segera disampaikan Rasulullah kepada Tsa’labah. Begitu gembira hati Tsa’labah mendengar berita itu, hingga ia terpekik dan langsung wafat saat itu juga. 

Saat selesai menyalatkan jenazah Tsa’labah, Rasulullah terlihat berjalan sambil berjingkat-jingkat. Setelah selesai prosesi pemakaman, para shahabat bertanya, "Tadi kami melihat engkau berjalan sambil berjingkat-jingkat. Mengapa, ya Rasulullah". 
Rasulullah bersabda, "Demi Dzat yang telah mengutus aku! Tadi aku melihat banyaknya malaikat yang turut melayat Tsa'labah, hingga aku takut menginjak kaki mereka".

ASTAGHFIRULLAAHAL ADHIIM, NA’UDZUBILLAAH TSUMAA NA’UDZUBILLAAH

Jumat, 26 Juni 2015

sepertiga bulan sucinya Jiwa

Alhamdulillah...
Segala puji bagi Allah ta'ala yang merajai alam semesta.
Subhanallah...
Maha suci allah dan segala firmanNya.

Syukur sepenuh hati tak terbendung. Layaknya seorang gadis muda yg tengah jatuh hati pada sesosok pria. Rasa yang amat begitu gembira. Memang benr nyatanya, segala yg indah jika dijalani memang tak terasa seakan berjalan begitu cepat. Layaknya bulan Ramadhan nan suci. Kini kita tanpa terasa telah berada di 1/3 bulannya, tlah 10hari kita mendapat kesempatan menjalani dan menikmati bulan yg lebih baik dr seribu bulan. Bulan penuh dengan berkah dan kebaikan ini. Semoga menjadi pribadi yang senantiasa menjaga diri dalam iman.. Aamiin

Thoriq Ash Sholidalani dan Syihab R.Huma

Assalamualaikum...
Tak bosan dan tak kan habis kisah2 teladan dri Rasulullah tercinta beserta para sahabat maupun kaum yg mencintai beliau...kali ini tentang kisah 2 orang sahabat Rasul yang sebelumnya sempat memiliki niatan membunuh beliau sebelum akhirnya Allah menunjukkan kebesaranNya. Allahu Akbar!!!

Pada awal dakwahnya di Makkah, Nabi SAW memang mendapat perlawanan yang tidak tanggung-tanggung. Suatu ketika kaum musyrik bermusyawarah di rumah Abu Jahal untuk menyikapi dakwah Nabi SAW. Masuklah Thoriq ash Sholidalani ke rumah Abu Jahal dan berkata, "Jika kalian ingin membunuh Muhammad, itu sangat mudah asal kalian setuju dengan kata-kataku..!!"

"Bagaimana caranya Thoriq?" Tanya mereka.

"Ketika Muhammad sedang duduk bersandar di dinding Ka'bah, salah satu dari kalian naik ke atas Ka'bah dan meluncurkan batu besar ke tempat duduknya, pasti ia akan mati seketika..!!" Kata Thoriq.

Usul tersebut sepertinya mendapat respon positif, dan salah seorang dari mereka, yakni Syihab berkata, "Jika diijinkan, biarkanlah aku yang meluncurkan batu dari atas kata Ka'bah…!!"

Para pemuka Quraisy itupun menyetujui rencana tersebut. Suatu ketika Nabi SAW duduk bersandar di dinding Ka' bah seperti biasanya. Sekelompok kaum Quraisy yang telah menunggu kesempatan itu segera melaksanakan rencananya. Syihab menaiki Ka'bah pada sisi yang lain dengan membawa batu besar yang telah disiapkannya. Thoriq ash-Sholidalani dan beberapa pemuka Quraisy mengamati dari kejauhan.

Setelah berada tepat di atas Nabi SAW, Syihab meluncurkan batu besar yang dibawanya ke arah kepala Nabi SAW. Tetapi tiba-tiba saja dinding Ka'bah bergeser atau merekah dan muncul batu lain dari dinding tersebut yang membelokkan arah jatuhnya batu besar yang dijatuhkan Syihab. Batu tersebut jatuh di pelataran Ka'bah, agak jauh dari tempat Nabi SAW bersandar sehingga beliau selamat. Setelah itu dinding Ka'bah merapat kembali seperti semula. Syihab mengucak matanya seolah tak percaya melihat peristiwa yang menakjubkan tersebut, kemudian segera turun menghampiri Nabi SAW dan mengucapkan syahadat memeluk Islam. Thoriq ash Sholidalani yang juga terperanjat melihat peristiwa tersebut, dengan segera menghampiri beliau danmenyusul Syihab memeluk Islam.


Kamis, 25 Juni 2015

Sabar Menghadapi Musibah

Bismillah.......
Musibah secara umum dapat diartikan sebagai ujian dan/atau hukuman di dunia kepada kita. Secara siingkat, disinilah yakni saat merasakan musibah sesungguhnya kekuatan kita sedang diuji, terutama kekuatan hati kita dalam bersabar. Hamba yg kuat memiliki sabar yg haqiqi.

 Anas bin Malik r.a. bercerita. Suatu hari, ketika sedang berjalan, Rasulullah SAW bertemu dg seorang perempuan yang sedang menangis di kuburan. Beliau SAW bersabda, "Bertakwa-lah kepada Allah dan bersabarlah!". Akan tetapi, perempuan itu berkata, "Enyahlah dariku! kamu tidak merasakan musibah yang sedang menimpaku sehingga tidak mengetahui perasaanku". Kemudian ia diberitahu bahwa orang yang berbicara padanya tadi adalah Rasulullah. Seketika itu perempuan tsb bergegas pergi ke rumah Rasul, ia mendapati beliau SAW tanpa pengawal. lantas berkata "Tadi aku tidak mengenalimu". dan baginda SAW bersabda, "Sesungguhnya, kesabaran paling sempurna adalah pada saat tertimpa musibah". (HR Bukhari dan Muslim)
Pelajaran dalam hadist di atas antara lain:
a. kesabaran dan ketabahan seseorang ketika ditimpa musibah akan mendorongnya meraih surga. dan juga sebaliknya karena ketidaksabaran merupakan sikap yg bertentangan dengan ketakwaan.
b. kesabaran yg haqiqi adalah menerima dg lapang dada musibah yang menimpa sejak awal, bukan setelah musibah itu berlalu.
c. menangis diperbolehkan ketika ditimpa musibah, tetapi tanpa disertai ratapan. menangis dikala musibah dapat mendatangkan simpati dan kasih sayang dr orang lain. dan kasih sayang Allah SWT akan diberikan kepada orang yg memiliki kasih sayang kepada makhluk-Nya.
d. anjuran menghibur dan meringankan beban orang yg sedang tertimpa musibah.
e. perempuan boleh berziarah ke kuburan.
f. sikap rendah hati telah dalam bersarang di hati RAsulullah SAW kepada orang lain. baliau tidak marah malah bersikap ramah saat tidak diindahkan oleh perempuan tsb.
g. mengajarkan tradisi yg baik yaitu amar ma'ruf nahi munkar (mengajak yang baik dan mencegah thd keburukan)

Sabar adalah salah saty sifat terpuji Allah. Sabar tidaklah berbatas, kemampuan hati manusialah yg serba terbatas. Semoga kita senantiasa menjadi hamba yg mampuenjalankan sabar tanpa membatasinya sbgai salah satu bukti kekuatan keimanan kita. Aamiin allahumma aamiin.

Selasa, 16 Juni 2015

Wanita Solihah

Assalamualaiku ukhti..... ^_^
Selamat pagi bidadari surga Allah....
Semoga senantiasa Rahmad dan Ridho-Nya kita dapatkan sebgai makhluk yang semakin bergulirnya waktu pun meningkatkan kualitas keimanan kita. Aamiin..
Berikut salah satu definisi wanita solihah menurut dalam salah satu aplikasi android saya... Semoga bermanfaat. Check it out

Wanita solehah adalah wanita yang memiliki kelembutan Khadijah, ketabahan Fatimah dan kecantikan Aisyah. Wanita ini kelihatan lemah lembut namun tak ada satu pria gagah yang mampu menjamahnya dengan kekerasan atau paksaan, semua ingin melindunginya karena hijabnya.
Wanita solehah adalah wanita yang menyembunyikan sorot tajam matanya dari tatapan dan saling menatap, tatapannya hanya seperlunya terbalut oleh sipu malu, tapi semua orang terpesona oleh tunduk matanya ini, semua takjub dan semua kagum, di mata manusia ia adalah pelita dan di mata ALLAH ia adalah mutiara. subhanallah…
Ia indah bukan karena cantik parasnya tapi cantik hatinya, jika siang ia berhijab dan jika malam jangan cari ia di kebisingan lampu-lampu sorot kota, atau di tengah kebisingan dunia karena ia berada di atas sajadah, meletakan kening beningnya dan memohon ampunan kepada ALLAH atas Riya, atas fitnah dan atas khayalan kaum Adam yang memujanya, matanya sembab karena takut kepada ALLAH jika kecantikannya telah menjadikannya tangan setan untuk menjadi penggoda karena pada naluri setiap wanita ingin dipuja.
Wanita solehah adalah wanita yang lugu namun tidak bodoh, pikirannya jernih karena diamnya adalah dzikir dan bicaranya adalah dakwah, ia tak pernah kehilangan arah karena Al Quran dan Hadits telah dijadikan dlm hidupnya sebagai GPS [global positioning system], setiap langkahnya ia niatkan untuk mencari ridho ALLAH, ujian dan bahagia dijadikannya ladang ibadah.

Minggu, 07 Juni 2015

story about a pencil

Kisah Sebuah Pensil

Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat.

"Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?"

Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya,
"Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai".

"Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti" ujar si nenek lagi.

Mendengar jawab ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai.

"Tapi nek sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya." Ujar si cucu

Si nenek kemudian menjawab, "Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini."
"Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini."

Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari sebuah pensil.

"Kualitas pertama, pensil mengingatkan kamu kalo kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya" .

"Kualitas kedua, dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik".

"Kualitas ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar".

"Kualitas keempat, bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu".

"Kualitas kelima, adalah sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan. Seperti juga kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan".

mohon dido'akan

innalillahi wa inna ilaihi rojiun..
Pak Arif (dosen teknik kelautan FTK-ITS Surabaya)  baru saja berpulang sekitar pukul 10.23... Semoga dilapangkan, semua amal diteeima serta diampunkan sgala dosa. dan keluarga beliau diliputi rasa ikhlas.. Aamiin. Al-fatihah..

Beliau, alm.adalah satu dosen yg berdedikasi tinggi khususnya bagi perkembangan ilmu maritim indonesia. Beliau sosok yg luar biasa. Selalu berusaha ontime dalam membagi ilmu di jurusan teknik kelautan walaupun tak jarang harus berjalan kaki jauh atau hanya mengendarai angkutan umum dari rumah. Subhanallah semangat beliau mengajar di usia yg memang sudah tidak muda lg namun semangat tsb melebihi semangat pemuda biasa..

Khususon arwahi alm.pak Arif, alfatihah...

Sawad Bin Ghaziyyah r.a.

Kisah salah satu sahabat Rasulullah SAW (Sawad Bin Ghaziyyah Ra). Subhanallah..

Pada hari berlangsungnya pertempuran ketika sedang persiapan pasukan, Nabi SAW mengatur barisan dan meluruskannya, seperti ketika meluruskan shaf-shaf shalat. Saat tiba di tempat Sawad, beliau melihat kalau posisinya agar bergeser, tidak lurus dengan anggota pasukan lainnya. Beliau memukul perut Sawad dengan anak panah sambil bersabda, "Luruskan barisanmu, wahai Sawad…!!"

Tetapi tanpa diduga oleh siapapun, tiba-tiba Sawad berkata, "Wahai Rasulullah, engkau telah menyakitiku, maka berilah kesempatan kepadaku untuk membalasmu (meng-qishash-mu)..!!"

Para sahabat terkejut, dan sebagian besar marah dengan ucapan Sawad ini, apalagi Umar bin Khaththab. Nabi SAW sendiri sebenarnya terkejut dengan sikapnya itu, tetapi beliau menenangkan mereka. Sambil menyerahkan anak panah yang dipakai memukul, beliau bersabda, "Kalau begitu, balaslah wahai Sawad…!!"

Sambil menerima anak panah dari tangan Nabi SAW, Sawad berkata, "Wahai Rasulullah, engkau memukulku di perut yang tidak tertutup kain, karena itu hendaklah engkau singkapkan baju engkau..!!"

Para sahabat makin marah dengan sikap dan kemauan Sawad yang tidak sepatutnya ini. Tetapi Nabi SAW tetap menenangkan mereka dan memenuhi permintaan Sawad. Setelah beliau menyingkapkan baju beliau, Sawad segera melemparkan anak panah tersebut dan memeluk perut Nabi SAW dengan erat sambil menangis bahagia,sekaligus meminta maaf kepada beliau. Sekali lagi Nabi SAW dibuat terkejut dengan tindakan Sawad yang tidak tersangka-sangka ini. Beliau berkata, "Apa-apaan engkau ini, Sawad….??"

Sawad berkata, "Inilah yang aku inginkan, ya Rasulullah, telah lama aku berharap kulitku yang hina ini bisa bersentuhan dengan kulit engkau yang mulia, dan aku bersyukur bisa melakukannya, semoga ini menjadi saat-saat terakhir dalam hidupku bersama engkau….!!"

Nabi SAW tersenyum mendengar jawaban Sawad ini, karena apa yang dilakukannya adalah ekspresi kecintaannya kepada Nabi SAW. Segera saja beliau mendoakan kebaikan dan ampunan bagi Sawad.

Sabtu, 06 Juni 2015

sedekah dan istighfar

Assalamualaikum
Menghitung hari menuju bulan yg mulia..
Menanti barakah dan rahmad serta ampunan tiada tara dari Ya Rabb yg Maha segalanya....

Dari "Abdullah Bin Umar r.a.: Rasulullah SAW bersabda, "Wahai kaum perempuan, bersedekahlah dan perbanyaklah memohon ampunan kepada Allah SWT., karena aku melihat, pada malam isra', kebanyakan penghuni neraka adalah dari jenis kalian." Seorang perempuan bertanya, "Apakah sebabnya kebanyakan penghuni neraka dari jenis kami?" Beliau menjawab, "Karena kalian sering melaknat dan meremehkan apa yang diberikan suami. Aku juga melihat kebanyakan kalian memiliki kekurangan dalam akal dan agama." Abdullah bertanya, "Ya Rasulullah apa yang dimaksud dengan kekurangan akal dan agama?" Beliau menjawab, "kesaksian dua orang perempuan sebanding dengan kesaksian seorang laki-laki. inilah yang dimaksud dengan kekurangan dalam akal. selain itu, ketika sedang haid, perempuan tidak shalat dan tidak berpuasa selama beberapa hari. inilah kekurangan dalam agama." (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Hadist di atas menunjukkan beberapa hal antara lain:
1. mengenai seberapa besar kebutuhan perempuan terhadap nasihat dan peringatan, serta seberapa besar perhatian Rasulullah SAW. terhadap masalah ini.
2. kemampuan akal bisa meningkat dan bisa menurun, sebagaimana halnya keberagamaan dan keimanan. kekurangan akal dan keberagamaan pada perempuan disebabkan ketidaksempurnaan perannya dalam melaksanakan ajaran-ajaran agama dan menggunakan akal, baik karena sifat bawaan maupun karena sifat yang diusahakan.
3. pengingkaran terhadap nikmat yang diberikan suami adalah perbuatan tercela. hal yang lebih tercela adalah kebiasaan melaknat, mencela, dan berbicara kasar. bahaya besar yang mengancam kaum perempuan adalah karena sifat-sifat tersebut mendominasi perilaku mereka. hal ini pula yang menyebabkan kebanyakan mereka diancam dengan akibat yang buruk dan tempat kembali yang seburuk-buruknya.
4. hadis ini mendorong kaum perempuan agar mengenali cara terpenting dan jalan tercepat untuk menghindarkan diri dari neraka, yaitu dengan banyak bersedekah dan beristighfar.

semoga bermanfaat ^-^