Bismillah.......
Musibah secara umum dapat diartikan sebagai ujian dan/atau hukuman di dunia kepada kita. Secara siingkat, disinilah yakni saat merasakan musibah sesungguhnya kekuatan kita sedang diuji, terutama kekuatan hati kita dalam bersabar. Hamba yg kuat memiliki sabar yg haqiqi.
Anas bin Malik r.a. bercerita. Suatu hari, ketika sedang berjalan, Rasulullah SAW bertemu dg seorang perempuan yang sedang menangis di kuburan. Beliau SAW bersabda, "Bertakwa-lah kepada Allah dan bersabarlah!". Akan tetapi, perempuan itu berkata, "Enyahlah dariku! kamu tidak merasakan musibah yang sedang menimpaku sehingga tidak mengetahui perasaanku". Kemudian ia diberitahu bahwa orang yang berbicara padanya tadi adalah Rasulullah. Seketika itu perempuan tsb bergegas pergi ke rumah Rasul, ia mendapati beliau SAW tanpa pengawal. lantas berkata "Tadi aku tidak mengenalimu". dan baginda SAW bersabda, "Sesungguhnya, kesabaran paling sempurna adalah pada saat tertimpa musibah". (HR Bukhari dan Muslim)
Pelajaran dalam hadist di atas antara lain:
a. kesabaran dan ketabahan seseorang ketika ditimpa musibah akan mendorongnya meraih surga. dan juga sebaliknya karena ketidaksabaran merupakan sikap yg bertentangan dengan ketakwaan.
b. kesabaran yg haqiqi adalah menerima dg lapang dada musibah yang menimpa sejak awal, bukan setelah musibah itu berlalu.
c. menangis diperbolehkan ketika ditimpa musibah, tetapi tanpa disertai ratapan. menangis dikala musibah dapat mendatangkan simpati dan kasih sayang dr orang lain. dan kasih sayang Allah SWT akan diberikan kepada orang yg memiliki kasih sayang kepada makhluk-Nya.
d. anjuran menghibur dan meringankan beban orang yg sedang tertimpa musibah.
e. perempuan boleh berziarah ke kuburan.
f. sikap rendah hati telah dalam bersarang di hati RAsulullah SAW kepada orang lain. baliau tidak marah malah bersikap ramah saat tidak diindahkan oleh perempuan tsb.
g. mengajarkan tradisi yg baik yaitu amar ma'ruf nahi munkar (mengajak yang baik dan mencegah thd keburukan)
Sabar adalah salah saty sifat terpuji Allah. Sabar tidaklah berbatas, kemampuan hati manusialah yg serba terbatas. Semoga kita senantiasa menjadi hamba yg mampuenjalankan sabar tanpa membatasinya sbgai salah satu bukti kekuatan keimanan kita. Aamiin allahumma aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar