bismillah...
coba menahan untuh tak didobrak oleh tangis ini
di tetesan pertama, justru yang paling nyesek di hati
disini aku genggam erat takdirku
di tetesan pertama, namun perihnya paling dalam
sekuat kakiku memaksa untuk berlari
tapi nyatanya kudapati hanya langkah yang merdu
dan langkah ini kembali ke tempat semula
ke tempat tetesan pertama
angin tetap berhembus tanpamu, yeah
angin tak berhenti walau menanti dan menunggumu
hingga turunlah tetesan pertama hujan itu
tetaplah genggam erat dan lanjutkan langkah
walau ku tahu akan selalu berujung di tempat awal
di tetesan pertama
Tidak ada komentar:
Posting Komentar